2 Hari 10 Tujuan, Tantangan City Tour Bareng Green Metro Car di Malang Raya

Traveling… traveling dan terus traveling, mungkin itulah yang selalu muncul di urutan pertama dalam benak setiap orang.

Terlebih saya sendiri. Setiap bulan selalu saya upayakan untuk bisa traveling. Paling nggak dalam sebulan, saya bisa mengunjungi tempat baru – meski alasan utamanya sebenarnya nggak jauh beda dengan kebanyakan orang, yaitu mencari hiburan. Jujur saja, rutinitas yang padat memang membuat otak suka ngadat. Bila nggak segera dicarikan hiburan, lama-lama bisa bikin otak sekarat. Imbasnya, segala hal yang berhubungan dengan aktivitas berpikir menjadi nggak karuan. Sudah kerja nggak produktif, bawaannya uring-uringan akibat stres dimarahi atasan. Arghh!

Itulah sebabnya, saya selalu mengambil cuti rutin setiap bulan. Walau masa bersenang-senang nggak begitu panjang, tetapi saya berusaha traveling secara maksimal. Untuk mewujudkannya, tentu saja saya harus membuat planning yang matang. Selain akomodasi, transportasi merupakan poin penting yang perlu diprioritaskan. Terlebih jalannya rame-rame sama teman, otomatis sewa mobil sudah menjadi pilihan. Maklum saja, segeng kami belum ada yang punya mobil sendiri. Hihihi!

Sayangnya, nggak selamanya sewa mobil itu gampang. Pertama, harus keliling dari satu rental ke rental lainnya hanya untuk memastikan jadwal dan mobil yang bisa disewa. Belum lagi, ribet soal harga. Kadang urusan mobil fix, eh pengemudinya yang nggak beres. Mulai yang nggak tau arah jalan, minta fee tambahan. Halah! Padahal, kami sudah menyewa sepaket beserta pengemudinya, agar bisa santai-santai di mobil lantaran malas nyetir karena perjalanan jauh. Ujung-ujungnya berakhir kecewa dan malas untuk menyewa mobil lagi.

Andai saja ada sewa mobil online yang bisa memberikan informasi komplit mulai dari booking, mobil sewaan yang lengkap, biaya yang kompetitif sampai pengemudi yang kompeten? Di tengah kegalauan yang mendera, iseng-iseng saya bertanya pada teman tentang aplikasi sewa mobil yang kira-kira punya kriteria seperti yang saya harapkan. Dengan entengnya dia menjawab, “ada kok!”. Menurutnya, ada aplikasi sewa mobil yang belakangan cukup ngehits di kalangan traveler Malang. Namanya, Green Metro Car.

Green Metro Car merupakan sebuah inovasi baru sewa mobil online yang lebih simple dan praktis, sebagai buah karya pengembangan start-up lokal. Aksesnya pun dapat dilakukan dengan mudah dari beragam gadget berbasis Android maupun iOS. Saking lengkapnya, beberapa ‘teman pejalan’ dari teman saya mengatakan bila Green Metro Car sudah menjadi aplikasi wajib traveling. Wah, benar-benar ketinggalan informasi nih! Karena penasaran, mulai deh saya install dan coba-coba biar lebih paham.

GMC Shoot

Beda tampilan Green Metro Car Passenger (atas) dan Driver (bawah)

Ternyata Green Metro Car terbagi dalam dua jenis. Satu aplikasi untuk penumpang (passenger) dan satu lagi untuk pengemudi (driver). Aplikasi passenger digunakan untuk booking, mengetahui mobil rental terdekat serta menentukan rute perjalanan. Sedangkan aplikasi driver diperuntukkan bagi siapapun atau biro penyewaan mobil yang ingin menjual jasanya via Green Metro Car kepada calon penumpang. Seru kan? Oleh karena saya mau menyewa alias penumpang, maka saya unduh Green Metro Car Passenger.

Sesaat setelah mengunduh Green Metro Car, saya cukup terkesan dengan tampilannya yang user friendly banget. Awalnya, saya pikir tampilan aplikasi sewa mobil online ini begitu membosankan, nggak tahunya mirip aplikasi jejaring sosial. Cara menggunakannya juga terbilang mudah, bahkan pengguna smartphone pemula sekalipun, menurut saya bisa mengaplikasikannya. Tinggal registrasi dan mengisi form akun secara lengkap, username dan password bisa didapatkan. Barulah, bisa log-in dan utek-utek sesuka hati untuk menyewa mobil sesuai dengan keinginan.

Jangan lupa untuk mengaktifkan GPS ya, karena aplikasi Green Metro Car perlu mengambil citra satelit untuk menentukan rute perjalanan maupun mobil mana saja yang sedang beroperasi. Jika sudah, mulai isi rute perjalanan yang hendak di pesan. Tentukan dari mana akan memulai tur, hingga tempat yang ingin dituju. Hadirnya GPS tracking pada setiap mobil, membuatnya mudah terlacak karena terintegrasi dengan GPS gadget. Dengan begitu, penumpang bisa mengetahui kendaraan yang digunakan mulai dari penjemputan, perjalanan hingga ke tempat tujuan dengan aman.

Hal menarik lainnya yang bisa ditemukan dalam aplikasi sewa mobil online ini adalah fitur ‘layanan’ yang bisa digunakan untuk menentukan waktu dan tipe sewa sesuai dengan keinginan penumpang. Lewat fitur ini penumpang bisa menentukan tipe sewa dari sekadar drop-off, sewa per hari, minggu hingga per bulan. Uniknya, Green Metro Car juga memberikan kesempatan bagi pemilik mobil lain yang ingin berbagi tumpangan sesuai dengan kesepakatan bersama. Siapa tahu dapat gratisan. Hihihi!

Keunggulan lainnya adalah harga sewa yang kompetitif. Green Metro Car nggak hanya menyewakan mobil dari satu agensi, melainkan dari beberapa penyedia layanan sewa terpercaya yang sudah diverifikasi oleh Green Metro Car untuk bergabung. Dengan banyaknya pilihan kendaraan, harga penyewaan pun menjadi variatif sesuai dengan kebutuhan. Nah, keunggulan favorit saya dari aplikasi sewa mobil ini adalah banyaknya pilihan mobil yang bisa dipilih.

Bukan sekadar mini bus, sedan atau taksi yang biasa dijumpai. Green Metro Car juga memberikan pilihan mobil keluarga atau Multi-Purpose Vehicle (MPV), seperti Xenia, Avanza, Ertiga dan Innova. Ingin yang sporty karena hendak melakukan perjalanan yang menantang, penumpang juga bisa menyewa Sport Utility Vehicle (SUV) seperti CRV, Pajero dan Fortuner. Bagi yang sedang menikmati momen bahagia menuju pesta pernikahan, bisa juga menyewa mobil premium sekelas BMW, Mercedes, Camry hingga Alphard untuk iring-iringan. Pokoknya komplit banget deh!

Green Metro Car

Tampilan Green Metro Car Passanger saat digunakan untuk memesan mobil. Dari kiri, tampilan akun usai log-in, form pemesanan dan ringkasan pemesanan mobil.

Setelah mengisi semua kolom dan menentukan pilihan yang diinginkan, klik ‘Pesan Sekarang’. Aplikasi Green Metro Car akan menunjukkan ringkasan pemesanan mobil sesuai dengan pilihan calon penumpang – lengkap dengan tarif dan penyedia layanan sewa yang bisa beroperasi pada waktu yang sudah ditentukan. Teknologi boleh buatan lokal, namun suguhan informasi dan kemudahan akses dari Green Metro Car bagi saya sudah bercita rasa global. Hadirnya aplikasi ini juga mempermudah traveler yang ingin mengisi waktu liburannya dengan city tour.

Kebetulan pula, Green Metro Car sedang gencar menggelar promo city tour, sehingga pas untuk mengisi rencana liburan saya berikutnya. Seperti namanya, tur ini bakal mengajak saya traveling rame-rame bersama kawan-kawan. Meski hanya berlaku di tiga kota, tetapi cukup menarik minat saya untuk mengisi liburan cuti yang begitu minimalis. Dan, bila ada kesempatan city tour dengan Green Metro Car, saya akan memilih keliling Malang Raya. Alasannya sih nggak muluk-muluk. Menurut saya, Malang Raya yang terhimpun dari tiga daerah, yaitu Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, memiliki tempat-tempat unik yang selalu menarik untuk dikunjungi.

Berikut 10 tempat paling memesona yang ingin saya datangi selama city tour bareng Green Metro Car di Malang Raya.

Pulau Sempu: Plesir ke Phuket-nya Malang

Pulau-Sempu

Beningnya air di Segara Anakan Pulau Sempu [Hak Milik Foto: Aneka Wisata]

Pulau Sempu saya pilih pertama kali karena jujukan yang pas untuk mendapatkan udara segar sekaligus pemandangan yang nggak biasa. Pulau Sempu terletak di Kabupaten Malang atau lazim dikenal sebagai Malang Selatan. Aksesnya bisa ditempuh dari Pantai Sendang Biru yang ada di Desa Tambakrejo, kemudian berpindah menaiki perahu menyeberangi ‘lautan pendek’ pemisah daratan utama dengan Pulau Sempu-nya sendiri. Jaraknya kurang lebih sekitar 2 km.

Atraksi terbaik yang disuguhkan saat traveling ke sana adalah pemandangan pulau karang dengan tumbuhan lebat seperti yang ada di Raja Ampat. Sementara, daya tarik utama Pulau Sempu tak lain ‘surga tersembunyi’ di tengah pulau yang dikenal sebagai Segara Anakan. Untuk menempuhnya tentu saja perlu trekking. Namun, rasa lelah bisa terbayarkan dengan panorama indah berpadu air danau yang bening. Sampai-sampai bisa melihat dengan jelas dasar danaunya. Nggak heran bila beberapa orang menyebutnya sebagai Phuket-nya Malang. Wuih!

Toko Oen, Es Krim Legendaris dan Landmark Malang Tempo Doeloe

tumblr_m6qdlm1IRD1qmqehko1_1280

Landmark Malang Tempo Doeloe [Hak Milik Foto: Media 25]

Puas menghabiskan separuh hari di Pantai Sempu, enaknya kembali ke Kota Malang. Melangkahkan kaki ke Alun-Alun Kota Malang yang begitu eksotis dengan pemandangan merpatinya yang beterbangan. Biar traveling makin ‘adem’, jangan lupa beribadat di Masjid Agung Kota Malang atau mampir di Gereja Katedral bergaya kolonial. Keduanya termasuk deretan bangunan kuno yang masih asri di kompleks Malang Tempo Doeloe (baca: dulu). Bahkan, sebagian besar masih aktif digunakan sebagaimana fungsinya sejak kali pertama dibangun.

oen

Salah satu sudut Toko Oen Malang [Hak Milik Foto: Indo Discovery Travel]

Termasuk yang masih bertahan, bahkan masih beroperasi sejak pertama kali didirikan, Toko Oen (baca: Un) di Jalan Basuki Rahmat. Di dalam bangunan tuanya yang masih berdiri kokoh, Toko Oen cukup terkenal dengan es krimnya yang melegenda. Dinginnya es krim yang begitu lumer di mulut, menjadi pendamping yang pas sembari menikmati landmark ‘Malang Tempo Doeloe’ di siang hari. Yumm! Bakal nyesel pokoknya kalau nggak mampir. 😀

Gerbong Maut Museum Brawijaya

ijen

Gereja Ijen, salah satu landmark Ijen Boulevard Malang [Hak Milik Foto: Indo Discovery Travel]

Usai bersantai sejenak sambil menyantap es krim di Toko Oen, city tour paling enak dilanjutkan ke Ijen Boulevard – yang merupakan cikal bakal munculnya julukan Paris of the East Java untuk Kota Malang. Di jalan besar yang bertabur taman indah ini, terdapat salah satu museum kemerdekaan terlengkap di Indonesia. Tepatnya, Museum Brawijaya. Banyak sekali koleksi perang yang bisa dilihat. Mulai dari foto, lukisan, senjata, tempat tidur Panglima Jenderal Sudirman, meja dan kursi yang digunakan dalam Perundingan Meja Bundar, hingga peralatan tempur di masa perang. Semuanya masih tampak terawat dengan baik.

gerbong maut

Gerbong maut di Museum Brawijaya [Hak Milik Foto: the Jakarta Post]

Meski begitu, daya tarik Museum Brawijaya justru karena koleksi Gerbong Maut yang ada di halaman belakang. Menurut sejarah, di masa penjajahan, gerbong ini pernah mengangkut para pejuang yang ditawan Belanda untuk dipindahkan dari Bondowoso ke Madiun. Tragisnya, gerbong barang yang sempit dan tak berventilasi ini diisi sekitar 100 orang tawanan. Alhasil, saat tiba di Stasiun Semut Surabaya hanya 12 orang yang bertahan hidup. Sisanya mati lemas karena kondisi yang berdesakan, kepanasan dan kehabisan napas sebelum sampai di tahanan Madiun. Sejak saat itulah, gerbong kereta ini disebut sebagai Gerbong Maut.

Alun-Alun Tugu, Kolam Teratai dan Patung Singa Raksasa

malang-from-above_2

Landmark Kota Malang, Alun-Alun Tugu, Tugu Malang dan juga Balaikota Malang [Hak Milik Foto: Barry Kusuma]

Selain Alun-Alun yang berada di depan Masjid Agung, kota Malang sebenarnya masih memiliki landmark alun-alun lagi yang berada tepat di depan Balaikota Malang. Tempat indah dengan kolam teratai raksasa ini dikenal sebagai Alun-Alun Tugu. Tepat di tengahnya bisa dilihat Tugu Malang yang merupakan ikon utama kota Malang. Di malam hari, di sekitar kolam akan keluar asap ‘dingin’ buatan dengan pancaran lampu sorot warna-warni, sehingga benar-benar menjadi atraksi spektakuler berlatarkan bangunan lawas Balaikota Malang.

Saat bunga teratai bermekaran, seketika Alun-Alun Tugu berubah  berwarna pink. Karena keindahan tamannya inilah, alun-alun yang berdekatan dengan Stasiun Kota Malang ini, banyak menjadi jujukan warga Malang sebatas mengusuir penat dan kejenuhan. Beberapa meter melangkahkan kaki ke arah stasiun, dapat ditemukan sentra kuliner khas daerah Malang. Lebih tepatnya di kompleks Taman Trunojoyo. Di sana, ada 3 patung Singa raksasa lho – yang menjadi maskot Aremania idola Arek Malang.

Sentra Batik Celaket dan Bakpia Mangkok

Pia-Mangkok-malang

Bakpia Mangkok khas Malang [Hak Milik Foto: Wisata Indonesia]

Puas menikmati pemandangan di sekitar alun-alun tugu dan icip-icip kuliner di Taman Trunojoyo. Destinasi menarik lainnya yang bisa dikunjungi di Kota Malang adalah sentra Batik Celaket yang berada di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto. Batik Celaket merupakan salah satu Batik khas Malang yang cukup populer, sehingga amat disayangkan bila mencari oleh-oleh khas Malang namun melupakan Batik Celaket yang nggak kalah indah dengan Batik Solo maupun Madura.

Pia Mangkok

Bakpia Mangkok khas Malang [Hak Milik Foto: Pia Mangkok]

Berbicara tentang oleh-oleh khas Malang, Bakpia Mangkok termasuk salah satunya. Jika Yogyakarta punya Bakpia Pathok, maka Malang memiliki Bakpia Mangkok yang begitu melegenda. Ciri khas dari Bakpia Mangkok adalah kulitnya yang kering dan renyah, namun akan berasa lembut saat digigit bagian isinya. Soal rasa, pelanggan bisa memilih dari yang berasa cokelat, kopi, durian, keju dan kacang hijau. Bakpia Mangkok dapat diperoleh dari toko aslinya yang berada di Jalan Semeru dan Soekarno-Hatta. Bila ingin berkunjung ke tempat pembuatannya, Villa Tidar Indah 5 Malang adalah lokasinya.

Wisata Museum Modern Berkelas Dunia

museum satwa

Museum Satwa Batu [Hak Milik Foto: Wisata Jawa]

Dari pusat Kota Malang, city tour enaknya dilanjutkan ke arah barat menuju Kota Batu. Kota yang berjuluk De Klein Switzerland atau Swiss Kecil di Pulau Jawa ini sudah menjelma menjadi kota wisata paling tersohor baik skala Jawa Timur maupun Indonesia. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Panderman, serta diapit oleh beberapa gunung besar seperti Arjuno dan Welirang, membuat Batu selalu sejuk untuk dikunjungi.

Museum-Angkut

Museum Angkut Batu [Hak Milik Foto: Aneka Tempat Wisata]

Beberapa tempat yang wajib dikunjungi saat traveling ke Kota Apel ini tentu saja beragam Museum Modern-nya yang berkelas dunia. Saking berkelasnya, bisa jadi satu-satunya di Indonesia. Ada Museum Satwa yang menyajikan beragam diorama berisi replika hewan yang telah punah maupun yang masih hidup di seluruh dunia, hingga beragam fosil dinosaurus dan hewan purba yang serba raksasa. Ada pula Museum Angkut yang nggak kalah menarik dan spektakuler. Bukan saja menyajikan beragam alat transportasi dari penjuru Bumi, penataan museum yang apik seakan membuat kita benar-benar menjelajah dari satu benua ke benua lain dalam waktu tak lebih dari 3 jam. Mirip studio Hollywood deh!

museum-bagong-batu

The Bagong Adventure atau Museum Tubuh Batu [Hak Milik Foto: Malang Online]

Nah, yang terbaru ada Museum Tubuh atau The Bagong Adventure yang masih termasuk museum tubuh terbesar di Asia. Seperti namanya, saat masuk ke dalam museum benar-benar berasa dalam tubuh. Nggak hanya bentuknya yang nyata, masing-masing organ juga ada suaranya. Hebatnya lagi, di sana juga bisa melihat cadaver lho. Itu tuh spesimen mayat manusia yang biasa dipakai untuk praktikum mahasiswa kedokteran. Hiiii! Dijamin bisa membuat city tour lebih ‘dagdigdugder’.

Batu Secret Zoo

gedung-bsz-home

Batu Secret Zoo [Hak Milik Foto: Sidomi]

Tampaknya yang modern-modern memang begitu mudah dijumpai di Kota Batu. Nggak kalah dengan museum modern yang begitu menarik dan edukatif, Kota Apel ini juga memiliki salah satu kebun binatang terbaik di dunia. Apalagi kalau bukan Batu Secret Zoo. Berbeda dengan kebun binatang kebanyakan di Indonesia, Batu Secret Zoo hadir dengan konsep yang lebih bersih, nyaman dan bisa terintegrasi dengan semua kandang hewan, hanya dengan mengikuti rute jalan yang sudah disediakan. Hewan di sana juga tampak sehat dan terurus dengan baik. Uniknya lagi, masing-masing hewan dikandangkan di tempat yang dibikin semirip mungkin dengan habitatnya, sehingga mereka bisa begitu kerasan di sana. Batu Secret Zoo berada di kompleks Jatim Park 2 bersama-sama dengan Museum Satwa.

Coban Rondo dan Labirin Hidup

coban-rondo

Coban Rondo [Hak Milik Foto: Malang Online]

Dari ingar-bingar kemodernan Kota Batu, bergeser sedikit ke arah barat. Lebih tepatnya ke arah Pujon, Kabupaten Malang. Di sana bisa menikmati sejuknya udara pegunungan sambil melihat indahnya Coban Rondo. Gemuruh suara air terjun yang berpadu pemandangan hijau di sekitarnya benar-benar menjadi pilihan yang pas bagi traveler yang merindukan ketenangan. Di jalur yang sama menuju Cuban Rondo, ada wahana jelajah labirin. Bentuk labirin yang super tinggi, luas serta dengan rute yang rumit membuat tantangan tersendiri yang sayang untuk nggak dicoba. Oleh karena labirin ini terbuat dari tanaman teh-tehan (Acalypha siamensis), masyarakat sekitar menyebutnya sebagai labirin hidup.

Paralayang dan Omah Kayu

paralayang-kota-batu

Paragliding Batu [Hak Milik Foto: Enny’s Rent Car]

Merasa ‘pengalaman tersesat di labirin hidup’ belum menguji adrenalin? Tenang, masih ada jujukan wisata alam yang nggak kalah asyik untuk disinggahi. Balik lagi ke arah Batu menuju daerah Songgoriti. Dari sana kita akan di antar ke puncak Gunung Banyak untuk mencoba paragliding atau terbang tandem. Rasa seru dan menantang adrenalin pun bakal campur aduk saat tubuh benar-benar melayang di udara. Tapi, jangan khawatir, suguhan pemandangan Kota Batu dari atas langit bakal membuat mata kedip-kedip dan mulut melongo karena takjub melihatnya.

omah kayu

Omah Kayu Batu [Hak Milik Foto: 3 BP]

Nggak kalah ngehits dengan paragliding, di sekitar area Paralayang bisa menemukan Omah Kayu. Rumah yang dibangun secara murni menggunakan kayu dan menancap di pohon ini mulai menjadi wisata baru yang cukup populer. Omah Kayu merupakan wisata alternatif menikmati pemandangan Kota Batu selain dengan terbang tandem. Namun, perlu bersabar dan antre saat masuk ke sana, karena kapasitas maksimal masuk ke rumah ini hanya tiga orang. Alasannya, tentu saja demi keselamatan dan keamanan. Meski begitu, Omah Kayu juga menyediakan paket bermalam hanya untuk dua orang – yang disulap seekslusif mungkin bak kamar hotel berbintang. Bila tidak, biasanya pengunjung sekadar  menghirup udara segar, menikmati pemandangan dan pastinya foto rame-rame.

Berendam Air Panas, Bianglala Tertinggi di Indonesia dan Ketan Legenda

alun-alun-batu

Alun-Alun Wisata Batu di malam hari [Hak Milik Foto: Potensi Desa Wisata]

Seharian city tour pastinya membuat tubuh begitu gerah dan lelah. Untungnya, Kota Batu masih memilki tujuan wisata alam yang bakal membuat tubuh berasa relaks. Turun dari daerah Songgoriti, lanjutkan perjalanan ke arah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Di sana terdapat pemandian air panas Cangar. Nuansa alam yang asri ditambah sejuknya hawa Kota Batu sungguh tepat dinikmati sembari berendam air panas di sore hari. Sumber air panas Cangar berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji atau lebih mudahnya di jalur alternatif menuju Kabupaten Mojokerto dari arah Batu.

cangar

Pemandian Air Panas Cangar [Hak Milik Foto: Summit Malang]

Usai relaksasi di kolam sumber air panas alami Cangar, paling pas ya berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu. Di sinilah bisa melihat gemerlap cahaya Kota Batu di malam hari. Lampion warna-warni berbentuk hewan raksasa menjadi ciri khas alun-alun yang super duper bersih dan modern ini. Namun, ikon yang paling populer dari Alun-Alun Kota Batu, apalagi kalau bukan Bianglala Raksasa-nya. Indahnya panorama Kota Batu di malam hari bakal membuat mata terbelalak, saat melihatnya dari ‘kapsul’ Bianglala tertinggi di Indonesia ini.

Pos-ketan-legenda

Pos Ketan Legenda 1976 [Hak Milik Foto: Rizqi Nizamil Putra]

Memanjakan tubuh sudah, menyegarkan otak dengan segudang pemandangan menakjubkan juga sudah terlaksana. Giliran yang kurang adalah memuaskan perut dengan kulineran enak yang ada di sektar Alun-Alun Kota Batu. Beragam kuliner enak, baik makanan berat maupun kudapan bisa ditemukan dengan mudah di sini. Mulai dari yang berbentuk lapak, warung jalanan sampai berbentuk kafe dan resto, semua bebas dipilih deh. Termasuk yang paling banyak dicari, yaitu Pos Ketan Legenda 1976. Panasnya beragam sajian ketan yang sudah dijual sejak tahun 1976 ini, begitu nikmat dilahap di tengah dinginnya Kota Batu, sekaligus penutup city tour Malang Raya yang benar-benar mengesankan.

Sekarang sudah tahu kan, alasan kenapa saya begitu memfavoritkan kesepuluh destinasi tersebut. Namun, alasan mendasar memilih Malang Raya, sebenarnya, agar waktu cuti saya nggak terbuang sia-sia di perjalanan. Hehehehe! Saya memang bukan orang Malang, tapi sudah lama tinggal di Malang. Dari merantau untuk belajar hingga kerja seperti sekarang ini. Tapi, saya belum pernah menjelajahi 10 tempat tersebut dalam dua hari. Mumpung ada promo dari Green Metro Car, ingin saya manfaatkan untuk city tour istimewa bareng kawan-kawan.

Di samping itu, Green Metro Car juga sedang mengadakan Blog Review yang bisa dilihat ketentuan lengkapnya di Facebook Green Metro Car. Benar-benar menambah semangat saya untuk traveling dan menuliskan secara langkap detail momen perjalanannya. Memang sih jaraknya nggak terlalu jauh, tapi bakal jadi liburan spesial karena saya membuat tantangan tersendiri untuk liburan cuti kali ini. Targetnya, dua hari, 10 tempat super duper indah dan menarik se-Malang Raya sukses dijelajahi. Yihaa! Happy traveling!

Blog Review Contest

greenmetro on iphone 6 plus-800 pxl  greenmetro on iphone 6 plus-belakang-800 pxl

Advertisements

14 thoughts on “2 Hari 10 Tujuan, Tantangan City Tour Bareng Green Metro Car di Malang Raya

      • wah mbak @bukanbocahbiasa dicariin si Dani tuh, hehehehe *sokakrab 😀 . Salam kenal juga ya 🙂 Ikutan saja, toh kalau nggak menang nggak dosa. Bagi blogger sejati yg penting bisa nulis dan menginspirasi banyak orang, soal menang atau bukan biarlah Tuhan yang menentukan – tsaah sok bijak banget, hahaha. Ayo, buruan nulis biar rame, siapa tahu bisa menang bareng-bareng 😀

        Like

    • Iya, tak ada salahnya mengupas Malang Raya 😀
      Yang terpenting, apa yg saya tulis bisa memberikan informasi baru bagi pembaca, terlepas dari apakah ini lomba apa bukan, hihihi
      Salam kenal juga ya 😀

      Like

    • wah, pasti jadi momen yang nggak pernah terlupakan ya. Kalau ada waktu, boleh deh mampir-mampir ke Malang Raya, sudah makin cantik lho sekarang, hehehe…
      Salam kenal juga ya 😀

      Like

  1. Belum berjodoh bgt dengan kota Malang. Selama ini cuma buat persinggahan klo mau ke Bromo, dan Semeru. Kemarin bulan mei mau disempatkan dolan disana, eh malah sakit ga bisa berangkat. Belum tau kapan lagi bisa dolan disini lama-lama.

    Like

    • Semoga cepat sembuh ya, Sob, biar bisa muter-muter di Malang Raya, makin banyak destinasi menarik yg bermunculan. Sayang bila dilewatkan, hihihihi… Stay healthy ya 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s