Jackpot Ampera

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Berbicara makanan enak dengan harga murah meriah dan bisa ditemukan seantero Indonesia, ya Masakan Padang, khususnya Ampera.

Walau sekilas mirip, ternyata nggak semua warung Masakan Padang itu sama lho. Ibarat pepatah ‘serupa tapi tak sama’, warung Masakan Padang ternyata terkelompokkan menjadi dua. Kalau menurut saya sih, bedanya yang satu harganya selangit satunya lagi sangat merakyat.

Secara fisik bangunan, sebenarnya keduanya bisa dibedakan. Warung masakan padang yang lebih mahal biasanya hadir dengan bentuk bangunan yang lebih besar dan tampak megah. Bahkan, saking gedhenya lebih pas disebut restoran. Meski begitu, warung masakan Padang dengan tipe ini, nggak mau menggunakan plakat yang hype atau bombastis, cukup dengan sebutan Rumah Makan Sederhana.

Tapi, awas ketipu ya! Sesederhananya Rumah Makan Sederhana, harganya bisa dua kali lipat warung lalapan Lamongan yang buka setiap malam, di pinggir jalan lagi. Ada lagi Rumah Makan Minang. Nggak jauh beda dengan sebelumnya, harganya bisa dibilang lebih mirip food court yang banyak dijumpai di mal-mal.

Soal rasa, memang masih mendingan (bahkan jauh) bila dibandingkan masakan food court yang cenderung geje. Penyajiannya juga bisa dibilang cukup memuaskan dengan pelayan yang berkostum adat khas Minangkabau. Restoran banget pokoknya! Masakan disajikan di piring-piring kecil sesuai dengan pilihan. Walhasil mirip orang yang nggak pernah makan selama seminggu setelah disajikan di atas meja – apalagi kalo ke sananya sendirian. Hihihi!

Sebaliknya, warung Masakan Padang yang lebih terjangkau biasanya ada label ‘Ampera’. Mulanya saya menebak karena Padang dekat dengan Jembatan Ampera yang ada di Palembang. Padahal jarak kedua kota, yang juga beda provinsi ini, bisa berkilo-kilo jauhnya. Nggak taunya si Abang yang jualan Masakan Padang bilang kalau ‘Ampera’ itu akronim dari Amanat Penderitaan Rakyat. Owh, begitu tho asal-usulnya!

Mulanya nama ‘Ampera’ muncul sebagai inisiatif bagi rakyat jelata yang ingin menikmati Masakan Padang, namun nggak sanggup membayar biaya tempat makan. Muncullah ide dari penjual masakan Padang dengan membungkusnya dan memberikannya secara diam-diam. Konon, masakan Padang hanya bisa dinikmati kaum Bangsawan, sehingga rakyat jelata nggak boleh memakannya apalagi masuk ke rumah makan. Widih!

Oleh rakyat jelata tersebut bungkusan Nasi Padang ini disebut sebagai Amanat Penderitaan Rakyat – yang lama kelamaan disingkat menjadi Ampera, karena oleh si Penjual nasinya sengaja diperbanyak agar bisa dinikmati bersama-sama dengan keluarga, sehingga nggak lagi kelaparan. Alasan itu juga yang sampai sekarang mendasari, kenapa Masakan Padang yang dibungkus cenderung lebih banyak daripada yang dimakan di tempat. Hmm, sudah nggak kepo lagi kan?

Entah masuk kategori jelata atau bukan, yang jelas karena kosan saya dekat dengan warung ‘Ampera’, saya jadi doyan berlangganan. Soal harga pasti sudah murah. Tapi, yang bikin saya selalu bahagia adalah porsinya, khususnya yang dibungkus. Apalagi alasannya kalau bukan porsi nasinya yang lebih banyak. Dasar jelata! Hahahaha!

Harga ‘Ampera’ yang terjangkau, memang nggak bisa menjamin kualitas masakan. Dari segi warung sudah pasti mirip warung pada umumnya, nggak terlalu besar dan terkesan sederhana (dalam arti sebenarnya). Soal rasa, selain pas-pasan bin ala kadarnya, entah kenapa makin lama makin mirip masakan Jawa. Mungkin bahan baku aslinya yang sulit didapat dan mahal, sehingga rasa bumbu dan rempahnya nggak sekuat masakan di Rumah Makan Padang.

Apesnya, pernah saya beli ayam balado malam-malam di ‘Ampera’ langganan. Boro-boro bisa menikmati kentalnya kuah kuning dan pedasnya sambal hijau khas Masakan Padang, baru dibelah, eh nggak taunya ada larva yang loncat-loncat. Saya pikir itu parutan kelapa, tapi setelah saya pegang-pegang kok muncrat (larvanya). Wadyaw! Begonya hamba! Langsung saya bungkus lagi dan nyungsep di tempat sampah. Berasa banget betapa menderitanya nasib rakyat jelata!

Smart Tips!

Konsep ‘Ada Harga Ada Mutu’ memang begitu nyata teraplikasikan dalam Masakan Padang. Bila ingin menikmati rasa Masakan Padang yang sebenarnya Rumah Makan Padang memang laik jadi jujukan. Tapi, kalau sanggupnya pas-pasan ala anak kosan, warung ‘Ampera’ memang lebih pas disambangi. Nggak lupa, tetaplah waspada! Siapa tahu giliran kalian selanjutnya yang dapet jackpot!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s